Kinerja Koperasi
Pedesaan (KUD), masih sering terdengar julukan KUD sebagai ‘koperasi
berkacamata kuda’ karena hanya jalan satu arah karena harus tunduk pada
perintah sang sais, yang karena dibina secara intensif oleh pemerintah malah
melahirkan Departemen Koperasi padahal sebelumnya hanya dibawah Direktorat
Jenderal dimasa era Orba itu. Namun ternyata sejak era Orba
hingga era Reformasi saat inipun perkembangan KUD tidak juga cukup
mengembirakan sebagai organisasi kolektif penting di tingkat pedesaan. Bahkan
jika kita memaparkan dosa dari KUD adalah disamping perannya memonopoli di
pedesaan adalah ketidakmampuan untuk mengangkat nilai tukar petani.
Intinya KUD masih belum menjadi penyelemat petani.
Meski demikian
sinyalemen yang muncul di pedesaan adalah banyak sekali dijumpai ‘institusi
baru pedesaan’ baik bernama asosiasi ataupun paguyupan. Baik asosiasi tersebut
berdiri sendiri atau bahkan asosiasi Koperasi. Timbulnya asosiasi di pedesaan
ini menjamur selama krisis ekonomi. Ini sebenarnya menunjukkan bahwa mereka
menyadari (kalau tidak mau dikatakan kurang setuju dengan koperasi
pedesaan-KUD) bahwa organisasi kolektivitas pedesaan perlu. Tersumbatnya peran
koperasi pedesaan-KUD selama ini mengharuskan mereka mencari institusi
alternatif lain.
‘Bagaimana rakyat
(petani) dapat menolong dirinya sendiri dengan mengorganisir swadaya melalui
cara-cara Koperasi? Ada point penting dari maraknya institusi pedesaan
baru ini, yaitu mereka berusaha untuk mampu masuk ke pasar (market
penetration). Mereka berusaha untuk meningkatkan efisiensinya dengan menurunnya
biaya karena usaha yang menjadi lebih besar (economies of scale). Namun
usaha-usaha ini juga kurang mampu meredam sengitnya persaingan dan meningkatkan
pendapatan petani. Sehingga sering kali harga jungkir balik. Mungkin perlu
mencermati kasus mengapa pemerintah Jepang berani mengenakan tariff yang begitu
tinggi terhadap impor beras ke Jepang, ini tidak luput dari desakan masyarakat
petani Jepang yang dikomandani kelembagaan Koperasi Pedesaan disana.
Cara penyelesaian :
Menurut saya Koperasi
Unit Desa atau (KUD) seharusnya bisa menjadi penopang/pembantu kehidupan
masyarakat pedesaan yang mayoritas adalah golongan menengah kebawah. Koperasi
unit desa harus bisa menjadikan masyarakat sekitarnya sadar akan pentingnya
suatu lembaga yang bernama koperasi dimana tujuannya adalah menyejahterakan
kehidupan masyarakat. Seperti contoh ketidakmampuan untuk mengangkat
nilai tukar petani. Intinya KUD masih belum menjadi penyelemat petani.akan
memunculkan niat bahwa KUD belum bisa menjadi penyelamat petani. Dengan masalah
yang seperti ini hendaknya KUD bisa memperkenalkan bagaimana system koperasi
itu dan membangun struktur koperasi yang terarah dan sistematis. Setelah itu
peran pemerintah juga penting untuk mendampingi usaha koperasi yang ada
dipedesaan. Lalu membangun kerjasama yang baik serta memberikan penyuluhan
tentang koperasi unit desa. Dengan cara itu semoga para petani dan masyarakat
tidak terpengaruh terhadap institusi pedesaan yang baru.